Greeting Readers, read the line below and imagine yourself as one of the praetorian led by General Maximus.
“My name is Maximus Decimus Meridius, Commander of the Armies of the North, General of the Felix Legions, loyal servant to the true emperor, Marcus Aurelius. Father to a murdered son, husband to a murdered wife. And I will have my vengeance, in this life or the next.”
Russel Crowe did such a great job in portraying him in the movie.now, The next question would be, Who was Maximus? What was the guy like? People called him Spaniard, but how come Spain doesn’t have even single statue of him there?
Where was he from?
Maximus was called Spaniard. Back in Roman Empire days, Spaniard hailed from Hispania.
Read More…
June 20, 2008
Categories: Uncategorized . . Author: hanityo . Comments: Leave a Comment
Greeting readers,
Pernah denger Galician Football team? atau Basque Football Team?
Pasti nggak deh, karena memang tim sepakbola tersebut hanya bermain di friendly game saja. Tapi tim-tim tersebut diakui sebagai Non-FIFA National Team as opposed to FIFA National Team (timnas negara-negara yang diakui dan berdaulat)
FIFA sendiri disini menerapkan standard ganda untuk negara-negara di Great Britain, buktinya Wales, Irlandia Utara, Skotlandia. Masing-masing memiliki timnas sendiri, padahal harusnya mereka memakai satu timnas saja yaitu Great Britain. Read More…
June 18, 2008
Categories: Sport . Tags: FIFA, Soccer, Sports . Author: hanityo . Comments: Leave a Comment
Kenapa pada saat Lukas Podolski (Germany) membuat gol ke gawang Polandia dan pada saat Hakan Yakin (Swiss) membuat gol ke gawang Turki, mereka berdua tidak merayakan gol yang mereka ciptakan? Padahal perayaan gol dalam sebuah laga sepakbola adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah game itu sendiri.
Lukas Podolski sendiri adalah anak seorang imigran Polandia yang terlahir dengan nama Łukasz Podolski di Gliwice Upper Silesia, Poland, dan baru berimigrasi ke Jerman pada saat dia berusia 2 tahun. Sedangkan Hakan Yakin adalah seorang anak imigran Turki.
Sentimen nasionalisme pada fatherland memang tidak bisa dipisahkan walaupun pemain tersebut dibesarkan di negara barunya. Sehingga, seiring dengan laju perpindahan penduduk dari negara yang satu ke negara yang lain, maka diaspora di lapangan hijau akan sulit dihindari, dan EXPECT the SILENT CELEBRATION when they score a goal. Read More…
June 18, 2008
Categories: Sport . Tags: Euro 2008, Soccer, Sports . Author: hanityo . Comments: 1 Comment